Dalam kegiatan ini, juga dilakukan review atau evaluasi terhadap RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) yang telah berjalan. Melalui kajian tersebut, peserta musyawarah menilai pencapaian program-program pembangunan desa selama periode berjalan, sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang menghadang. Hasil evaluasi ini menjadi acuan penting untuk menyempurnakan rencana kerja ke depan agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Selain membahas perencanaan pembangunan, musyawarah desa juga dirangkaikan dengan Rembug Stunting , yang fokus pada upaya percepatan penurunan angka stunting di desa. Dalam forum ini, dibahas kondisi terkini balita dan ibu hamil, serta langkah-langkah strategi dalam meningkatkan gizi, akses masyarakat air bersih, dan pola hidup sehat. Pemerintah desa bersama kader posyandu dan tenaga kesehatan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam penanganan stunting secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan terpadu ini, diharapkan seluruh peserta memiliki kesamaan pandangan terhadap arah pembangunan desa yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. Musyawarah Perencanaan Desa Tahun 2026 bukan sekedar forum administratif, namun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga desa. (

No comments:
Post a Comment