BANTUAN SOSIAL

Program Bantuan Langsung Tunai bagi Masyarakat yang Kurang Menjadi Strategis untuk Mendorong Ekonomi Keluarga

INRASTRUKTUR DESA

Perbaikan Terus Infrastuktur Desa seperti Jalan Tani Memperlancar Pasokan Distribusi dari Produsen ke Pasar

JAGUNG - KETAHANAN PANGAN

Salah Satu Andalan Ketahanan Pangan Lokal adalah Jagung, Termasuk yang Dapat Dikonsumsi Langsung

PETERNAKAN AYAM

Desa-Desa di Kecamatan Lasusua Sudah Ada yang Mampu Memasok Kebutuhan Telur bagi Warga Desa Tetangganya

AREAL PERSAWAHAN

Kecamatan Lasusua juga Memiliki Areal Persawahan di Dataran Tingginya

Wednesday, May 6, 2026

kegiatan posyandu



 Rantelimbong, 16 April 2026 – Pemerintah Desa Rantelimbong kembali melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pada hari ini dengan lancar dan penuh antusiasme dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta memantau tumbuh kembang balita di wilayah desa.

Pelaksanaan Posyandu yang berlangsung di balai desa tersebut dihadiri oleh kader kesehatan, bidan desa, serta ibu-ibu yang membawa balita mereka. Dalam kegiatan ini dilakukan berbagai layanan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta penyuluhan kesehatan.
Bidan desa Rantelimbong menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita tetap terpantau dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang.
Kepala Desa Rantelimbong turut mengapresiasi para kader Posyandu yang telah aktif berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar rutin mengikuti kegiatan Posyandu setiap bulannya demi menjaga kesehatan keluarga.
Dengan terlaksananya kegiatan Posyandu ini, diharapkan kesehatan masyarakat Desa Rantelimbong semakin meningkat dan mampu mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini.

Penjaringan Perangkat Desa Pitulua

 

Pendampingan Panitia Penjaringan Perangkat Desa Pitulua dalam melaksanakan asesmen perangkat Desa (Sekdes, Pemerintahan, dan kasi kesejahteraan) yang dilaksanakan di Dinas PMD Kab Kolaka Utara Jl. Suawindu pada hari Senin,4 Mei 2026 

Thursday, April 9, 2026

Koordinasi Pendampingan Melalui Pertemuan Rapat Koordinasi TPP Tingkat Kabupaten Secara Daring ‎


         Menghadiri dan menyimak rangkaian pembahasan diskusi materi pada Rapat Koordinasi Internal TPP Kabupaten Kolaka Utara Melalui via link meetingzoom dengan agenda :

‎1. Pengantar Rakor oleh Koordinator Kabupaten Andi Nur Amri

‎2. Pengantar Materi  dilanjutkan dengan pembahasan terkait kontrak dan Adendum  berdasarkan SK 758 yang terbit di tgl 24 Desember Tahun 2025 dan SPK berdasarkan SK 152 yang terbit di tgl 19 Februari tahun 2026, Dokumen Kontrak ini sudah harus tuntas pada hari ini tgl 9 April 2026                             

3. Materi BUMdes oleh TAPM Sufly , membahas tentang percepatan pemeringkatan BUMDes bagi BUMDes yang telah berbadan Hukum

‎4. Materi Blog Spot oleh TAPM Sultan Darampa, membahas tentang tatacara pembuatan Blog Spot Desa

‎5. Hal-hal strategis lainnya terkait pendampingan Desa (termasuk Aplikasi eHDW, IDM, dan SDG's) 

‎6. Penutup dan rencana tindak lanjut

Tuesday, March 31, 2026


Peternakan Ayam Petelur Desa Watuliwu Sebagai Program Ketahanan Pangan Dana Desa




Desa Watuliwu terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dana desa yang diarahkan pada program ketahanan pangan. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah peternakan ayam petelur, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Program peternakan ayam petelur ini dirancang sebagai kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat secara langsung, baik melalui kelompok ternak maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan memanfaatkan dana desa, pemerintah desa menyediakan sarana dan prasarana seperti pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam (DOC/pullet), serta penyediaan pakan awal. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban modal awal yang sering menjadi kendala utama bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, peternakan ayam petelur di Desa Watuliwu tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Masyarakat diberikan pelatihan terkait manajemen pemeliharaan ayam, pengendalian penyakit, serta pengelolaan usaha peternakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu berjalan secara mandiri dalam jangka panjang.

Dari sisi ketahanan pangan, keberadaan peternakan ayam petelur memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan sumber protein hewani bagi masyarakat desa. Telur yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan ke luar desa, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal. Hal ini membantu menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Secara ekonomi, program ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Watuliwu. Pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan telur dapat meningkatkan taraf hidup warga, sekaligus memperkuat perekonomian desa. Selain itu, adanya perputaran ekonomi di tingkat lokal turut mendorong perkembangan sektor usaha lainnya.

Namun demikian, pelaksanaan program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga pakan, risiko penyakit ternak, serta keterbatasan akses pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program. Pendampingan teknis, akses permodalan lanjutan, serta strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci keberhasilan program ini.

Dengan pengelolaan yang baik, transparansi penggunaan dana desa, serta partisipasi aktif masyarakat, peternakan ayam petelur di Desa Watuliwu dapat menjadi contoh nyata program ketahanan pangan yang berhasil. Program ini tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.





Friday, October 31, 2025

Kapus : " Kita Harus Berlayar Sambil Membangun Kapal"

 

SERAH TERIMA JABATAN di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg dilaksanakan Jumat, 31 Oktober 2025 di Gedung A Lt. 3 Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Dalam berbagai acaranya Kepala BPSDM menyampaikan pesan bahwa pergantian jabatan mutasi, rotasi maupun promosi adalah hal yang harus disyukuri sebagai siklus untuk mencapai posisi yang terbaik bagi kehidupan karir para pegawai. Jangan terjebak dengan ungkapan  Sawang Sinawang .. Mungkin apa yang didapat saat ini tidak sesuai dengan harapan namun mungkin merupakan pijakan untuk mendapatkan posisi yang lebih bagus.

“Semua tempat dan beragam posisi jabatan memiliki problematika yang oleh karena guna percepatan untuk mencapai tujuan kinerja yang menjadi program Kementerian Bapak Ibu yang dilantik untuk segera mengencangkan barisan dan lari dengan kencang. Berkarya jangan pernah menunggu barisan rapi, kita bermain kano di arum jeram, banyak batu terjal yang harus dilalui sambil jalan. Kita harus berlayar sambil membangun kapal.. jangan menunggu kapal selesai baru berlayar”.

Lebih lanjut Kepala BPSDM PMDDT juga berpesan untuk pejabat yang menggantikan posisi jabatannya sedapat mungkin membuat catatan akhir sebagai dokumen yang dapat dijadikan pijakan untuk penggantinya pejabat yang baru, jika belum ada dokumen akhir jabatan yang dibuat dapat menceritakan pengalaman dan problematika kerja kepada pengganti yang baru.

Jabatan Kepala Pusat PPMD ​​dalam kesempatan ini juga bagian dari acara prosesi serah terima jabatan. Dari pejabat lama Drs. Hasman Ma'ani, M.Si kepada Kombes Pol. Heri Lesmono, SIK

Berbagai macam perkenalan dengan para pegawai di lingkungan P3MD yang dalam hal ini termasuk jajaran Tenaga Pendamping Profesional Pusat (TPP) Kapus baru di sesi perkenalan menyampaikan cerita bahwa pengalaman memimpin anggota semakin banyak yang pernah menjadi tugas di institusi terdahulu, sama halnya dengan jumlah TPP yang berkisar 30.000 personal lebih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemahaman tentang kepastian regulasi yang menjadi pijakan bekerja dalam pendampingan desa dan yang didampingi harus menjadi pemahaman bersama yang dapat menjamin para pihak tidak terlibat dalam masalah hukum sebagaimana yang banyak terjadi di desa-desa yang tersandera masalah Dana Desa. Kolaborasi dan pemahaman aturan kerja harus dikedepankan untuk merealisasikan program yang dicanangkan Pimpinan dalam hal ini Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia untuk menjadikan Desa Maju Mandiri sesuai dengan Asta Cita ke Enam  Membangun dari Desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. 31/10/2025

Penanaman Jagung Desa Totallang Dalam Program Ketahanan Pangan


 Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan desa/kelurahan pada tahun 2025.Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangun
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan bahwa setiap desa wajib mengalokasikan minimal 20% dari total Dana Desa
untuk program ketahanan pangan dan hewani.  

Berdasarkan keputusan musyawarah Desa yang telah dilaksanakan, maka Badan Usaha milik desa ( Bumdes ) Desa Totallang Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara menyepakati   “ Peternakan Kambing & Bidang Pertanian Penanaman Jagung “ sebagai kegiatan ketahanan pangan tahun 2025. 

Tepatnya pada hari Kamis , 29 Oktober 2025 telah dilaksanakan penebaran bibit ikan nila sebanyak 10000 ekor di tambak dengan luas kurang lebih 0,5 Ha. 

Penebaran bibit ikan nila    didampingi oleh Camat Lasusua ,Kapolsek Lasusua, Kepala Desa, BPD, Pengurus BUMDes , Pengawas BUMDes dan didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan Lasusua .

Sebelumnya , telah dilakukan   langkah awal yaitu mengenali potensi unggulan desa. Setelah potensi diidentifikasi, BUMDes Totallang didampingi Pendamping Desa menyusun rencana usaha yang mencakup analisis kebutuhan modal, sarana, tenaga kerja, serta target pasar.

Adapun Manfaat dari dana desa 20% akan diperuntukan untuk kegiatan lain ketahanan pangan yaitu lahan pertanian.

Dengan kapasitas produksi yang cukup besar ini, diharapkan BUMDes Berkah   Desa Totallang dapat memenuhi kebutuhan Jagung di Desa   dan sekitarnya. Sangat besar harapan para pengurus BUMDes Penanaman Jagung ini dapat berhasil sehingga dapat mendukung tujuan Pemerintah   agar desa tidak hanya mengandalkan bantuan pangan, namun mampu memproduksi, mengelola, dan mengonsumsi hasil pangan dari lingkungannya sendiri.

Redaktur: Handriyan PD

Dok. Riska PLD

Thursday, October 23, 2025

PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA PONGGIHA

  Bantuan langsung tunai periode bulan juli , agustus , september telah disalurkan secara tunai kepada 15 KPM.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Ponggiha Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara pada hari Selasa , 2
3 September 2025 yang dimulai pada pukul 09.00 dan selesai pada puku 10.00 wita .Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Lasusua , Kepala Desa Ponggiha Beserta perangkat desa ,Ketua BPD Beserta anggotanya , Pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa.   

Bantuan Langsung Bantuan Tunai Dana Desa ini merupakan kegiatan pemberian langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Penerima BLT di desa   Ponggiha    sebagian besar kategori Lansia yang sudah tidak bekerja .

Bantuan langsung Tunai yang diberikan sebesar Rp. 300.000 perbulan sehingga total yang diterima 15 KPM dari bulan juli - september tahun 2025 sebanyak Rp. 900.000.

Kegiatan penyaluran BLT berlangsung secara terbuka dan tertib, satu persatu nama penerima diterima langsung oleh Kaur keuangan desa Ponggiha .

Marzuki selaku kepala Desa   Ponggiha 
menegaskan agar BLT yang diterima diperuntukkan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari - hari seperti membeli sembako dan kebutuhan lainnya, jangan sampai diperuntukkan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

Pemerintah desa Ponggiha sangat berharap dengan pemberian BLT ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat. (*)